Made Sarjana

Solilokui

di mana bulan bernyanyi

kita hanya berdiri lalu menyisir butir demi butir

pasir pantai ini menggurat bayang laut di pulau

dan bila sajak hanya lamunan

akulah sajak itu dan engkaulah lamunanku

gelombang lewati gelombang

menghabiskan putaran-putaran jarum jam

kita masih tetap menatap setitik bayang perahu

karena gelombang laut tak pernah sepi

biarlah angin menghempas-hempas ruang hati

biarkan aku jadi jarum jam kerinduan

meniti detik detik waktu

hingga maut menghentikan langkah

dan bila puisi hanya kerinduan

akulah puisi itu dan engkaulah rinduku

1999

Puisi ini dimuat dalam buku kumpulan puii Hijau Kelon & Puisi 2002

terbitan KOMPAS