Rasa Berontak

Ketika kita bisa tidur dengan nyenyak maka segalanya akan terasa terang esok hari. Otot-otot terasa segar, tak ada yang kaku, atau pun lemas. Ketika kita dapat bekerja dengan tenang dan nyaman, maka setiap kerja tak dapat dinilai dengan uang, kita asyik dan jenak bekerja tanpa teringat lagi batas waktu dan sudah lupa berapa uang yang kita

sumbangkan untuk kerja itu. Ketika kita berjalan tanpa ada yang menghalang-halangi, maka kita mungkin dapat berjalan lurus atau pun sigsag dengan nyaman, bahkan kita akan buat manuver-manuver menarik.

Tapi ketika kenyamanan kita mulai terusik, mulai ada yang menggelitik, atau mulai ada yang mengutak-atik ketenangan itu, tidur tak terasa tenang, bekerja tak nyaman, berjalan seperti banyak sandungan, semuanya buntu, seolah tak ada jalan lapang, hati mulai panas, mulai menghitung-hitung kerugian diri. Manuver dan ide-ide cemerlang mulai hilang, lenyap entah ke mana.

Segalanya buntu, tu tu tu ………………… rasa berontakku bangkit, semangat tanpa ibaku terkua, lapar berontak menggedor-gedor sukma. Aku rindu ketenangan dan kenyamanan itu. Tolonglah siratkan embun kenyamanan itu padaku, agar segala ketulusanku tiba dengan langkah melenggang tenang. (I Made Sarjana).