Oleh : I Made Sarjana

Pertanyaan, bagaimana caranya agar kita selalu berusaha berpikir positi, mungkin dapat dijawab dengan resep dari seorang motivator kondang Mario Teguh. Mario Teguh menyarankan, setiap muncul keinginan untuk bertindak atau bersikap negatif segeralah ucapkan “that is not me!”, lalu segera lakukan hal-hal yang positif (Baca selengkapnya …….)

(lagi…)

Akhir Hidupku

Karya : Pricilla Mourine Ham (Kelas VIA)

Tak bisa bejalan

Hanya bisa duduk

Tak bisa berucap

Hanya bisa mendengar

Tinggal menghitung hari

Hidupku pun berakhir

Tak bisa ditunda

Itu kehendak tuhan

Hidupku tak berguna

Hanya bisa merepotkan

Biarlah aku mengakhiri hidupku

Pergi ke alam atas

ALAM DI DESAKU

Oh alamku . . . .

Alamku terbentang luas

Gunung, danau, laut, sungai

Adalah ciptaan tuhan

Banyak penduduk tinggal

Di desa maupun di kota

Kesana kemari

Jerih payah itu ia tidak hiraukan

Desa yang indah, desa yang asri

Itu kebanggaan penduduk di sana

Mereka bekerja keras untuk

Mencari nafkah dan juga kebutuhan hidup

Di sana

Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Karya Purnami Eka Yanti (Kelas VIA)

Guru adalah abdi negara yang sangat besar jasanya dalam mendidik manusia untuk membentuk mental menjadi manusia yang berguna di masa depan untuk mengisi kemerdekaan ini. Guru ibaratnya seorang pahlawan tanpa menggunakan senjata baik pistol maupun tombak, namun ia mengabdikan diri dengan penuh semangat perjuangan. Berkoar-koar di depan kelas untuk mentranfer ilmu yang dimilikinya.

Guru adalah yang digugu dan ditiru. Maka seorang guru harus menjadi suri teladan di masyarakat menjadi contoh anak-anaknya dan murid-muridnya. Seorang guru harus bisa meningkatkan diri serta disiplin ilmunya sesuai dengan perkembangan zaman guru..Zaman dulu dengan zaman sekarang sangat berbeda, dalam artian guru tidak boleh berpangku tangan saja. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin. Belajar seumur hidup. (lanjut………………………..)

(lagi…)

Siswa Bicara Pengendalian Diri

Pendidikan Budi Pekerti

Oleh Vedanta Maha Karuna (Kelas VIA)

Pengendalian diri dianggap sumber mulia budi pekerti karena bisa membuat diri tenang, tidak terbutu-buru, tidak tergesa-gesa, dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu.

Yang dimaksud pengenalian diri adalah menahan dan mengarahkan segala keinginan dan perasaan kita agar sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Kita harus mampu melakukan pengenalian diri dengan baik karena bisa membuat diri kita tenang dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Hal-hal yang harus didasari oleh pengendalian diri dengan baik misalnya dalam hal bertutur kata, melaksanakan pekerjaan, dan bertingkah laku.

(lagi…)

Oleh I Made Mardika, S.Ag.

Guru Merupakan Perwujudan Kasih

Memang sangatlah sulit menjadi guru yang ideal hingga mampu bersikap dan berperilaku bijaksana, sebagaimana tuntutan filosofi dan teologi Hindu. Terlalu banyak tugas, kewajiban, tanggung jawab , tuntutan fisik, mental, spiritual dipersyaratkan kepada para “guru”, karena itu pulalah maka “guru” merupakan predikat khusus diantara para manusia. Satya Narayana menyatakan bahwa secara spiritual “guru” dituntut harus menjadi perwujudan kasih dan kesabaran. “Guru” sebagai perwujudan kasih tidak lain adalah Tuhan yang bermanifestasi atau Tuhan yang berwujud. Pengaruh guru sangat kuat dan berfungsi sebagai katalisator dalam proses perubahan pola perilaku para murid. Oleh karena itu hal yang terpenting dari sekian banyak hal yang penting bahwa para guru itu harus mengembangkan sifat-sifat kasih. Sebelum mampu menjadi perwujudan kasih, maka paling tidak seorang “guru” harus berupaya secara bertahap untuk melangkah pada sifat-sifat kasih. Membiasakan diri mengakui kesalahan, memperbaiki kesalahan, tidak mengulangi kesalahan, mencintai yang benar dan kebenaran, apalagi jika bisaberbuat hanya yang benar, merupakan suatu tahapan-tahapan dalam upaya merealisasikan perwujudan kasih.

(lagi…)

Karya sastra : Lentera Malam

Oleh Ni Putu Wijani, S.Pd.

Malam semakin lalrut seiring bertaburan bintang-bintang di langit. Bintang-bintang malam ibaratberkejar-kejaran ingin menunjukkan kecantikannya kepada mahluk di bumi.

“Sungguh indah pemandangan di jagat raya ini!” gumam seseorang yang tengah melamun seorang diri. “Andai aku ada di tengah-tengah bintang itu, alangkah nyaman hatiku,” gumamnya kembali.

Terlintas perasannya

menembus indahnya hamparan bintang-bintang yang jauh di sana. Menari-nari, bernyanyi, meliuk-liuk di antara bintang dan bulan di langit. Tiba-tiba datanglah seseorang membuyarkan lamunannya.

“Eh, kok Kakak melamun?” tanya Made membuyarkan lamunan saudaranya.

“Aku tidak melamun. Coba kau lihat di sana!” ujar Putu sambil menunjuk ke batas cakrawala. Mereka bersama menikmati kelap-kelip benda langit itu. Sesekali mereka berdecak kagum menyaksikan kelakukan bintang-bintang yang amat mempesona itu.

Teras rumah yang penuh dengan tanaman hias, membuat dua insane itu asyik dengan obrolannya. Made dan Putu adalah dua saudara yang sangat akur dalam kehidupannya. Sebab sejak lama kedua orang tua mereka tiada. Keduanya telah menghadap kepadaNya. Kembali kealam sang gaib.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »