Oleh I Made Mardika, S.Ag.
Guru Merupakan Perwujudan Kasih
Memang sangatlah sulit menjadi guru yang ideal hingga mampu bersikap dan berperilaku bijaksana, sebagaimana tuntutan filosofi dan teologi Hindu. Terlalu banyak tugas, kewajiban, tanggung jawab , tuntutan fisik, mental, spiritual dipersyaratkan kepada para “guru”, karena itu pulalah maka “guru” merupakan predikat khusus diantara para manusia. Satya Narayana menyatakan bahwa secara spiritual “guru” dituntut harus menjadi perwujudan kasih dan kesabaran. “Guru” sebagai perwujudan kasih tidak lain adalah Tuhan yang bermanifestasi atau Tuhan yang berwujud. Pengaruh guru sangat kuat dan berfungsi sebagai katalisator dalam proses perubahan pola perilaku para murid. Oleh karena itu hal yang terpenting dari sekian banyak hal yang penting bahwa para guru itu harus mengembangkan sifat-sifat kasih. Sebelum mampu menjadi perwujudan kasih, maka paling tidak seorang “guru” harus berupaya secara bertahap untuk melangkah pada sifat-sifat kasih. Membiasakan diri mengakui kesalahan, memperbaiki kesalahan, tidak mengulangi kesalahan, mencintai yang benar dan kebenaran, apalagi jika bisaberbuat hanya yang benar, merupakan suatu tahapan-tahapan dalam upaya merealisasikan perwujudan kasih.
(lagi…)