Oleh :Made Mardika, S.Ag.

Ananyaú cintayanto màm ye janàá pary upàsate,/teûaý nityàbhiyuktànàm yogakûemaý vahamy aham./Bhagavadgita IX.22.

(Mereka yang memuja Aku sendiri, mengingat Aku selalu,/kepada mereka Aku bawakan apa yang mereka perlukan/dan akan Aku lindungi apa yang mereka miliki)

Hidup manusia tidak selamanya manis, enak dan menyenangkan, tetapi terkadang mengalami pasang surut laksana gelombang di tepi laut. Jika dalam kehidupan itu, kita tak punya pegangan, kita akan terhempas. Dan mungkin terjerembab ke dasar laut kehidupan. Hidup dan kehidupan mestinya dinikmati bagai sang peselancar ulung, selalu tersenyum riang meniti gelombang, walau sekali waktu tergulung gelombang yang tertiup angin kencang.

(lagi…)