Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Karya Purnami Eka Yanti (Kelas VIA)

Guru adalah abdi negara yang sangat besar jasanya dalam mendidik manusia untuk membentuk mental menjadi manusia yang berguna di masa depan untuk mengisi kemerdekaan ini. Guru ibaratnya seorang pahlawan tanpa menggunakan senjata baik pistol maupun tombak, namun ia mengabdikan diri dengan penuh semangat perjuangan. Berkoar-koar di depan kelas untuk mentranfer ilmu yang dimilikinya.

Guru adalah yang digugu dan ditiru. Maka seorang guru harus menjadi suri teladan di masyarakat menjadi contoh anak-anaknya dan murid-muridnya. Seorang guru harus bisa meningkatkan diri serta disiplin ilmunya sesuai dengan perkembangan zaman guru..Zaman dulu dengan zaman sekarang sangat berbeda, dalam artian guru tidak boleh berpangku tangan saja. Tuntutlah ilmu setinggi mungkin. Belajar seumur hidup. (lanjut………………………..)

(lagi…)

Siswa Bicara Pengendalian Diri

Pendidikan Budi Pekerti

Oleh Vedanta Maha Karuna (Kelas VIA)

Pengendalian diri dianggap sumber mulia budi pekerti karena bisa membuat diri tenang, tidak terbutu-buru, tidak tergesa-gesa, dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu.

Yang dimaksud pengenalian diri adalah menahan dan mengarahkan segala keinginan dan perasaan kita agar sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Kita harus mampu melakukan pengenalian diri dengan baik karena bisa membuat diri kita tenang dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Hal-hal yang harus didasari oleh pengendalian diri dengan baik misalnya dalam hal bertutur kata, melaksanakan pekerjaan, dan bertingkah laku.

(lagi…)

Oleh I Made Mardika, S.Ag.

Guru Merupakan Perwujudan Kasih

Memang sangatlah sulit menjadi guru yang ideal hingga mampu bersikap dan berperilaku bijaksana, sebagaimana tuntutan filosofi dan teologi Hindu. Terlalu banyak tugas, kewajiban, tanggung jawab , tuntutan fisik, mental, spiritual dipersyaratkan kepada para “guru”, karena itu pulalah maka “guru” merupakan predikat khusus diantara para manusia. Satya Narayana menyatakan bahwa secara spiritual “guru” dituntut harus menjadi perwujudan kasih dan kesabaran. “Guru” sebagai perwujudan kasih tidak lain adalah Tuhan yang bermanifestasi atau Tuhan yang berwujud. Pengaruh guru sangat kuat dan berfungsi sebagai katalisator dalam proses perubahan pola perilaku para murid. Oleh karena itu hal yang terpenting dari sekian banyak hal yang penting bahwa para guru itu harus mengembangkan sifat-sifat kasih. Sebelum mampu menjadi perwujudan kasih, maka paling tidak seorang “guru” harus berupaya secara bertahap untuk melangkah pada sifat-sifat kasih. Membiasakan diri mengakui kesalahan, memperbaiki kesalahan, tidak mengulangi kesalahan, mencintai yang benar dan kebenaran, apalagi jika bisaberbuat hanya yang benar, merupakan suatu tahapan-tahapan dalam upaya merealisasikan perwujudan kasih.

(lagi…)

Pembagian Tugas dan Kewajiban

etiap karyawan pada sebuah lembaga, instansi, atau perusahaan mengemban tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai bidang kerjanya. Hal ini seharusnya menjadi sebuah kesadaran masing-masing SDM bersangkutan dan melaksanakannya dengan disiplin dunia kerja. Meskipun demikian, perlu ada pembagian tugas secara nyata agar pelaksanaannya lebih konsisten dan disiplin.

Namun, karena begitu padat pekerjaan dalam lembaga dunia pendidikan, di SD Saraswati 6 Denpasar, baik guru maupun karyawan tidak hanya melaksanakan tugas pokok sesuai bidangnya. Ada tugas-tugas tambahan yang dikenakan kepadanya. Adapun tugas dan tanggung jawab setiap tenaga kerja di SD Saraswati 6 Denpasar adalah sebagai berikut.

(lagi…)

Karya sastra : Lentera Malam

Oleh Ni Putu Wijani, S.Pd.

Malam semakin lalrut seiring bertaburan bintang-bintang di langit. Bintang-bintang malam ibaratberkejar-kejaran ingin menunjukkan kecantikannya kepada mahluk di bumi.

“Sungguh indah pemandangan di jagat raya ini!” gumam seseorang yang tengah melamun seorang diri. “Andai aku ada di tengah-tengah bintang itu, alangkah nyaman hatiku,” gumamnya kembali.

Terlintas perasannya

menembus indahnya hamparan bintang-bintang yang jauh di sana. Menari-nari, bernyanyi, meliuk-liuk di antara bintang dan bulan di langit. Tiba-tiba datanglah seseorang membuyarkan lamunannya.

“Eh, kok Kakak melamun?” tanya Made membuyarkan lamunan saudaranya.

“Aku tidak melamun. Coba kau lihat di sana!” ujar Putu sambil menunjuk ke batas cakrawala. Mereka bersama menikmati kelap-kelip benda langit itu. Sesekali mereka berdecak kagum menyaksikan kelakukan bintang-bintang yang amat mempesona itu.

Teras rumah yang penuh dengan tanaman hias, membuat dua insane itu asyik dengan obrolannya. Made dan Putu adalah dua saudara yang sangat akur dalam kehidupannya. Sebab sejak lama kedua orang tua mereka tiada. Keduanya telah menghadap kepadaNya. Kembali kealam sang gaib.

(lagi…)

Waktu Kehidupan

Oleh : A.A. Sagung Ratu Putri Saraswati

Detik-detik jam terus bergulir

Tak ada saat untuk terpaku

Selalu berputar

Mewakili sang waktu

Tak ada waktu untuk

Menepisnya . . . .

Selalu . . . . dan

Selalu . . . . berjalan

Tak ada waktu untuk mengulang

Jalanilah selalu

Baik suka maupun duka

Tetap jalan kebenaran di hati

Tetap satu tujuan

Yaitu . . . .

Surga . . . . .

Tulisan Lain:

Letihku Malam Ini

Oleh : A.A. Sagung Ratu Putri Saraswati (Kelas VIA)

Kawanku langit sunyi

Daun-daun berbicara tentang kita malam ini

Tentang sajak senja hari ang kubuat terlalu larut

Aku hanyut tersandung waktu sia-sia

Jari-jariku, bersandar di kursi rapuh pojok kamar

Tampak hampa dan larut di kegelapan

Selarut kopi pahit ibuku

Ah, malam ini aku letih

Walau anginnya tak henti bergurau,

Aku masih rindu akan selimut merah muda itu

Tulisan Lain:

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.